Tuesday, January 09, 2007
Quote from forum but that's like my mind to some1
Tak Pernah Menyesal
Tak Pernah Menyesal
Aku dihimpitan kerinduan dan keraguan.. Perlahan-lahan waktu mulai berganti.. Segalanya berjalan sungguh cepat.. Seperti kereta senja yang melaju tanpa henti.. Aku bahkan tak tahu sudah seberapa jauh rel-rel itu bergerak maju..
Entah mengapa tak sebegitu mudahnya aku mencari.. Entah mengapa tak sebegitu mudahnya aku berpaling.. Entah mengapa tak sebegitu ringannya aku berjalan.. Meski hati sudah tak mampu lagi merebakkan isi bebungaan di indahnya bukit berpelangi..
Aku tak lagi menangis.. Mungkin karena kekeringan itu telah merampok semua air mataku.. Aku tak lagi tersedu.. Mungkin karena butiran kesedihan sudah habis teruapkan asa dan sang waktu.. Namun satu hal yang masih terpatri jelas..
Kehadiranmu..
Sosok indah yang entah darimana datangnya.. Seolah segalanya begitu sempurna.. Hingga boleh aku merasa secuil kebahagiaan yang mungkin tak lama.. Namun aku pernah bahagia.. Aku pernah begitu bahagia.. Teramat sangat..
Mungkin kau hanyalah manusia biasa.. Namun kau begitu sempurna untukku.. Begitu hidup.. Begitu nyata.. Milikku yang nyata.. Meski kini kau menyisakan guratan-guratan yang kau ukir dengan belati tajam cintamu.. Namun aku masih merasa bahagia.. Masih merasakan..
Cinta..
Pernah aku begitu ingin membencimu.. Karena begitu dalamnya cintaku untukmu.. Pernah aku begitu ingin mengoyakmu keluar dari ruang hampa hatiku.. Karena begitu besar kau menyesakkan dadaku.. Pernah aku begitu ingin membunuhmu dari hidupku.. Karena begitu dalamnya luka yang kurasakan atas kepergianmu..
Namun.. Cinta memampukan segalanya.. Ketika kepedihan dan luka itu justru membuatku makin mencintaimu.. Apakah ini yang dinamakan cinta sejati?
Mungkin segalanya tak seindah dulu lagi.. Melihat dirimu kini.. Aku benar-benar tak pernah merasakan sesal.. Tak pernah sedikitpun aku menyesal.. Karena yang terindah pernah mengisi hatiku.. dan dia terus bersemayam dalam kerinduan terdalam di dasar ketulusanku..
Tak ada sedikitpun sesalku telah bertahan dengan setiaku.. Walau di akhir jalan kuharus melepaskan dirimu.. Ternyata tak mampu kau melupa dalamnya cintaku yang hebat.. Hingga ada alasan bagimu tuk tinggalkan setiamu..
Demi nama cinta telah kupersembahkan hatiku hanya untukmu.. Telah kujaga kejujuran dalam setiap nafasku.. Karena demi cinta.. telah kurelakan kecewaku atas ingkarmu.. Sebab kumengerti cinta itu tak mesti memiliki.. dirimu..
Andai saja bisa kau pahami layaknya arti kasih sejati.. Karena cinta yang sungguh tiada akan pernah mungkin bersyarat..
Cinta itu memang takkan pernah mungkin bersyarat.. Seberapa dalamnya aku mencintaimu.. Aku lakukan itu bukan sebagai pengorbanan untuk mendapatkanmu.. Tapi aku lakukan itu karena ketulusanku.. Karena aku mulai memahami apa itu cinta.. Hanya demi cinta.. aku mampu menjadi seperti ini.. Karena cinta.. aku pun menjadi dewasa..
Ternyata tak mampu kau melupa dalamnya cintaku yang hebat...
Dan aku benar-benar merasakan luka dibalik semua itu.. Meski harusnya aku tertawa karena merasa begitu besar arti diriku untukmu.. Namun.. aku benar-benar merasa luka.. Karena aku juga merasakan kepedihanmu dan betapa besarnya kau berjuang.. Apakah ini yang disebut belahan jiwaku? Bahkan kau pun merasakan hal yang sama..
Tanpa banyak kata-kata.. Tanpa banyak bicara.. Kita bisa saling memahami.. I wonder why..
Begitu sempurna kah aku di matamu? Seperti sesempurna aku menilaimu? Hingga kau terjebak dalam keadaan yang sungguh menyedihkan? Oh Tuhan.. Mengapa harus seperti ini kisah cinta kami berjalan?
Hanya cinta sejati yang bisa memberi tanpa harus menerima.. Dia membawa damai dan bahagiakan jiwa untuk semua manusia.. Hanya cinta sejati yang bisa bertahan tanpa mengenal waktu.. Takkan pernah sirna bagai karang di samudera akan abadi untuk selamanya..
Seperti itulah cintaku untuk dirimu.. Tulus dan apa adanya.. Datang dari sebuah rasa.. Sucinya hati.. atas nama cinta sejati..
Dan bila engkau telah mengerti berapa besarnya artinya cinta.. Hingga setiap nafas yang mengalir di tubuhmu mengandung cinta dari Yang Kuasa..
Apakah yang kini aku rasakan adalah cinta sejati? Mengapa aku tetap begitu mencintaimu ketika torehan belatimu itu mulai menggores rapuhnya hatiku? Mengapa begitu berat bagiku untuk melupakanmu? dan yang kuberikan semuanya justru hanya yang terbaik untukmu? Meski kita tak lagi saling memiliki..
Namun apa yang kuberikan padamu tetap yang terbaik dari diriku..
Dan aku pun tak mengerti mengapa itu pula yang membuatmu makin tak bisa lepas dari diriku.. Aku benar-benar tak mengerti.. Tak sedikitpun aku mengerti..
Tiada pernah aku merasakan lagi indahnya mawar merah menghiasi taman hati.. Bahkan sejuk air membasahi relung jiwa.. Seakan semua sirna dari hidupku.. Hanya kamu yang bisa membuat aku mengakui ketulusan cinta.. Hanya kamu yang bisa menenggelamkan kejemuan dan rasa hampa..
Aku sadari itu.. Hanya kamu yang bisa.. Namun apakah aku harus terus berhenti berjalan? Ketika Tuhan memberikan jalan yang berbeda..
Aku bertanya selalu padamu.. 'Tell me what to do..' tapi yang kau katakan.. 'Aku lebih butuhkan jawaban itu darimu.. tell me what to do..' Dan aku pun tak tahu harus membanjir seperti apa lagi..
Ada doa.. ada lara.. Ada tangis dan nestapa.. Meragu melebar jiwa.. Kadang sendu kadang ceria.. Tatap angkuh penuh cela.. Tiada lagi kubermanja.. Berkeping hati berbudi.. Kalang di matamu..
Bagai bala singgah kini.. Sesat pandanganku kini.. Sumbang suara-suara cinta.. Telah berada-ada..
Lelah sudah kutersadar diri.. Warna cinta membaur berganti..
Kelam kini menghantui.. Kucari sepi hidupku.. Namun tak juga kujumpa.. Tak daya kukejar hari.. Ada doa.. Ada lara.. Ada tangis dan nestapa.. Telah kau beri sepi tiada bertepi..
Aku pun merasakan lelah.. Ketika semua tak juga ada titik terangnya.. Semula yang kupikir sebagai cahaya penuntunku untuk keluar dari lingkaran cinta ini.. Kini semakin memudar dalam kabut kegundahan.. Sepi.. mungkin memang itu yang kurasakan tanpa kehadiranmu..
Sesat pandanganku kini.. seperti tak bisa lagi melihat warna-warni dunia.. Dan aku benci merasakan seperti ini.. Aku terluka merasa seperti ini.. Mengapa Tuhan ciptakan hati ketika hati itu justru tersakiti dan terlukai.. Apa aku dan manusia lainnya hanya bisa berpasrah diri dengan hidup seperti ini..
Aku tahu DIA sang pemberi hidup takkan meninggalkan aku sendiri.. Namun mengapa derita ini membuat siksa batin tersendiri untukku? Harus bagaimanakah aku melaju dalam roda dunia yang tak mau menunggu..
You said my love is all you need to see you through.. But I know these words are not quite true.. Here's the path you're looking for an open door, leading the world you long to explore..
Go.. if you must move on alone.. I'm gonna make it on my own..
Kiss me good bye.. Love's memory.. Follow your heart and find your destiny.. Don't shed a tear for love's mortality.. For you put the dream in my reality..
As time goes by I know you'll see this of me.. I loved you enough to let you go free.. Go.. I will give you wings to fly.. Cast all your fears into the sky..
Kiss me good bye.. Love's mystery.. All of my life I'll hold you close to me.. Don't shed a tear for love's mortality.. For you put the dream in my reality..
You put the dream in my reality..
Kehadiranmu benar-benar menjawab mimpi yang selama ini aku rindukan.. Dan aku bahagia.. mimpi itu pernah kurasakan.. sebagai sesuatu yang nyata.. Dalam hidup ini, aku bahagia pernah jadi sesuatu dalam hidupmu.. Dan aku bahagia pernah mengukir kisah terindah dalam hidupmu.. Kenangan terindah.. Cinta terindah..
Aku mungkin hanya gadis yang lemah.. Gadis yang berusaha mencari ketegaran di balik senyuman sahabat-sahabat yang dengan tulus menyayanginya.. Gadis yang berusaha meraup kedewasaan di balik rasa pedihnya.. Gadis yang melanglang buana dan berusaha mencari jalan pulang.. Gadis yang tak juga tersesat tapi tak juga menemukan arah..
Aku hanya gadis yang mencari makna diri..
Kesunyian ini lirih kubernyanyi.. Lagu indah untukmu.. Aku bernyanyi.. Engkaulah cintaku.. Cinta dalam hidupku.. Bersama rembulan aku menangis..
Mengenangmu.. Segala tentangmu.. Kumemanggilmu dalam hati lirih..
Engkaulah hidupku.. Hidup dan matiku.. Tanpa dirimu aku menangis.. Mengenangmu.. Segala tentangmu.. Kumemanggilmu dalam hatiku..
Aku bernyanyi.. Mengenangmu.. Segala tentangmu.. Kumemanggilmu dalam hati lirih.. Kumemanggilmu.. Dalam hati.. Lirih..
Kukenang dirimu..
Jujur dari lubuk hati terdalam.. Kepedihan itu masih bisa kurasakan.. Bahkan bila hatiku bisa.. Dia akan menangis bersama rebahnya tangisanku.. Aku masih mencintaimu.. Entah sampai kapan.. Entah berapa lama lagi.. Namun aku masih mencintaimu..
Tuhan.. Sampai aku pun tak tahu apa yang harus kukatakan pada-Mu ketika aku bersimpuh di hadapan-Mu.. Tak sanggup lagi aku berkata-kata, karena memandang wajah-Mu saja aku sudah merasakan kerinduan yang dalam untuk terbebas dari semua ini..
Tuhan.. Sampai aku pun tak tahu jalan mana yang harus kupilih ketika aku berusaha berjalan sendiri.. Karena yang aku inginkan hanya berjalan bersama-Mu.. Karena aku yakin hanya Kau lah yang selalu setia.. Hanya Kau lah yang memampukan segalanya..
Sebuah perahu merapat ke dermaga.. Membawa sebuah kisah yang abadi tak pernah usai.. Hingga jelang masa berpadu alir.. Tentang sebuah cinta yang melebur tanpa bersanding dalam sebuah lingkaran..
Perahu itu tak pernah tinggal.. Yang dia tinggalkan hanyalah kisah.. Yang makin lama meruah ke sudut-sudut penjuru bumi.. Lorong-lorong tersempit dan celah-celah tak terdaki.. yang akhirnya menjadi suatu simphony yang berpadu dalam semilir angin..
Serukan satu kisah atas nama cinta.. Dari seorang gadis dan jejaka, yang terpisah karena dunia dan nirwana.. Dari sebuah bintang dan segenggam cahaya.. Yang terikat oleh benang merah yang menyibak tirai pemisah antara langit dan bumi.. Yang merasakan indah dan manisnya cinta.. namun juga pahit dan lukanya..
Perahu yang membawa hati mereka berdua pergi.. Dari satu sisi ke sisi dunia yang lain.. Yang akan tetap melebur cinta mereka dalam heningnya lautan luas tiada bertepi.. Namun raga yang terpisah jauh oleh jarak dan waktu..
Karena hanya mereka berdua saja yang akan tahu..
Aku hanya sinar yang melintas sekedip.. Bagai kunang-kunang kecil dan engkau sayap-sayap yang meranggas seusai sekepak kau mengudara membawa hatiku semua..
Cinta adalah rasa yang pertama dan terakhir untuk merangkum kerinduan, kepasrahan, dan maafku..
Mungkin tak sebanding dengan kisah-kisah cinta abadi yang lain.. Namun, aku belajar dari semua yang aku alami.. Aku menjejakkan kakiku lebih tinggi di tangga yang menuntunku menuju ke matahari..
Apakah kau disana saat ini juga sedang berusaha menapaki tangga itu..
-----
Untuk seseorang yang begitu banyak memberikan arti dalam perjalanan hidupku..

Aku banyak belajar karenamu..
Bertumbuh jadi makin dewasa karenamu..
Bangkit dari kesakitan dan keterpurukanku juga karenamu..
Thanks for being the best.
Labels: other side of my heart















Leave your response